Jumat, 26 April 2019

Kompor Wood Pellet

Kompor Wood Pellet - Akhir-akhir ini isu tentang penggunaan bahan bakar yang berasal dari energi terbarukan semakin kencang. Penggunaan bahan bakar non fosil menjadi harapan masa mendatang. Salah satunya adalah penggunaan wood pellet untuk bahan bakar rumah tangga. Setelah keberhasilan pemerintahan SBY mengkonversi minyak tanah menjadi gas, sekarang ada peluang bagus untuk menggunakan kompor wood pellet dengan bahan bakar berasal dari biomassa baik sampah biomassa maupun biomassa dari tanaman yang sengaja ditanam sebagai tanaman energi. Wood pellet sangat ekonomis dan membantu program mitigasi perubahan iklim. Penggunaan wood pellet pada hakekatnya menjalankan siklus karbon netral dengan level emisi nol.

Jika kita bandingkan wood pellet dengan gas LPG tabung melon bersubsidi 3 kg maka masih lebih ekonomis wood pellet. Jika tinjauannya waktu, penggunaan gas LPG 3 kg akan habis selama 7 jam efektif, artinya biaya perjamnya Rp 2.850 (harga per tabung melon Rp 20.000). Sedangkan wood pellet, dengan jumlah 0,5 kg wood pellet, kompor bisa tetap menyala selama 1 jam, artinya biaya perjamnya kurang dari Rp.750,-. Namun jika ditinjau dari nilai kalorinya, gas LPG menghasilkan 11.000 kcal/kg sedangkan wood pellet hanya menghasilkan 4.700 kcal per kg. Artinya energi wood pellet perlu dikalikan 2,34 kali gas LPG. Dengan standard harga yang sama seperti contoh di atas, maka penggunaan wood pellet per kg akan berbiaya Rp 1.500 x 2,3 = Rp 3.510. Jika biaya LPG per kg adalah Rp. 6.600,- maka kita masih bisa berhemat Rp.3.156,- atau sekitar 47%. Jika dibandingkan dari sisi kepraktisan memang kompor wood pellet akan kalah dengan kompor gas yang tinggal klik langsung nyala. Namun untuk penggunaan memasak dalam jangka waktu lama, penggunaan wood pellet patut dipertimbangkan. Gambar berikut adalah percobaan penggunaan kompor wood pellet untuk memasak oleh keluarga Tursiono di Purworejo, Jawa Tengah.


Saatnya kembali ke Bahan bakar Hijau yang alami menjadi hasil masakan lebih Enak sebab kematangan yang lebih sempurna dari pada bahan bakar lainnya termasuk Kayu Bakar .
Pokoknya teringat kembali dengan MASAKAN NENEK....Buktikan sendiri
Siapa sihh yang nggak  kangen dengan rasa Masakan Nenek ???
Apasih Bahan Bakar Hijau itu ? salah satunya Wood Pellet Onergi
Kenapa Wood Pellet energi lebih baik dari pada Kayu Bakar padahal sama-sama Alami..

Jawaban :

  1. Wood Pellet Onergi kondisi sudah kering yaitu kadar air  < 15 %
  2. Wood Pellet Onergi sudah tidak terdapat zat-zat dari pohon seperti Getah , Lignin dll...
  3. Wood Pellet Onergi secara teknis biaya Setara dengan Kayu Bakar dan Batu bara , bila        dibandingkan dengan Solar , Gas lebih hemat antara 40 - 60 %
  4. Wood Pellet Onergi didukung dengan Burner / Kompor yang memadai apapun jenis olahannya  sesuai kebutuhan anda sebab kami sekaligus sebagai produsen Burner tersebut.
  5. Wood Pellet Onergi Sangat sedikit Asap dan Abu nya jadi tidak mengganggu tetangga
  6. Wood Pellet Onergi bagaimana dengan harga per kilo ...sangat murah dibanding Gas atau      Solar , Bagi para produsen olahan makanan dan Minuman yang serius dan berminat untuk uji coba Gratis supaya terbukti dan terhitung langsung oleh pengusaha  , silahkan kirim email ke :  trilokaenergi@gmail.com

Ini bukan sekedar teori tapi praktek oleh konsumen sendiri dan berhitung sendiri setelah benar selisih yang signifikan langsung beralih pakai Wood Pellet , dijamin Burner kami sangat aman dari Ledakan Goodbye Bahan Bakar Lainnya...


Yang berminat Mendirikan pabrik Wood pellet bolehlah dibicarakan dulu sama team kita untuk bertukar pikiran. Yang berminat Investasi / Kerjasama perdagangan Wood pellet juga boleh kita bicarakan dengan team kita.

Ini sebetulnya pancingan buat pemerintah terutama Kementerian ESDM untuk bisa memasyarakatkan kompor ini dengan skala yang luas. Kita bisa sediakan kompor yang satu paket dengan wood pelletnya. Jika bisa bekerjasama dengan retailer-retailer kecil seperti minimart (indomart,alfamart, SB, dll) dan supermarket, maka tidak mustahil penggunaan kompor wood pellet bisa mengindonesia karena murah, aman, dan ramah lingkungan. Bahan baku wood pellet yang berasal dari biomassa bisa menjadi pemicu masyarakat untuk gemar menanam atau penyedia solusi daur ulang sampah kayu dan ranting yang biasa nangkring di pintu-pintu air di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Gambar berikut adalah contoh sampah kayu yang selalu ngendon di pintu sungai (diunduh dari situs merdeka.com).

Terima kasih atas kunjungan Blogg kami semoga bermanfaat demi keberhasilan bersama.

Bersih dan Sehat Lingkunganku....dengan bahan bakar Hijau..